Jumat, 30 November 2012

Isolasi Geraniol



GERANIOL
Sereh merupakan suatu tumbuhan dari genus Cymbopogon. Sereh terdiri dari dua jenis yaitu sereh dapur dan sereh wangi. Sereh dapur atau Cymbopogon nardus memiliki wangi seperti lemon karena memiliki kandungan sitral yangtinggi sedangkan sereh wangi atau Cymbopogon citratus memiliki kandungan citral yang lebih rendah sehingga wanginya tidak begitu menyengat. Sereh banyak digunakan pada perdagangan sebagai minyak atsiri. Minyak sereh di Indonesia merupakan salah satu terbesar di dunia karena cocok sebagai tempat pertumbuhan. Minyak sereh diperoleh melalui penyulingan selama beberapa jam. Minyak sereh termasuk dalam senyawa terpenoid yang mudah larut dalam minyak. Kandungan utama minyak sereh terdiri dari sitronelal, geraniol, dan sitronelol. Geraniol merupakan salah satu senyawa kimia bahan alam yang efektif untuk mengusir nyamuk, lalat, dan semut (Butler 2007). Senyawa ini tidak dapat larut dalam air namun dapat larut dalam pelarut organik.
Komposisi kimia minyak sereh wangi
Komposisi kimia minyak sereh wangi cukup kompleks namun komponen yang terpenting adalah sitronellal dan geraniol, kedua komponen tersebut menentukan intensitas bau, harum dan nilai harga minyak sereh wangi.komponen utama minyak sereh wangi adalah geraniol, sitronellal dan sitronellol.  Minyak atsiri adalah zat cair yang mudah menguap bercampur dengan persenyawaan padat, yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam pelarut air. Penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air minyak sereh wangi.
 Minyak sereh dapat dihasilkan dengan proses destilasi atau penyulingan dengan beberapa jam, selain itu minyak sereh dapat dihasilkan dengan proses destilasi.         
Minyak sereh dapat diisolasi dari  daun sereh wangi menggunakan metode destilasi uap. Destilat minyak sereh diekstraksi dengan eter untuk memisahkannya dari air. Untuk meningkatkan kandungan geraniolnya, minyak sereh dihidrolisis dengan larutan NaOH dalam etanol selama 1 jam untuk menghidrolisis geranil asetat menjadi geraniol. Identifikasi senyawa geraniol dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Daun sereh wangi seberat 10 kg menghasilkan minyak sereh sebanyak 42,5 mL (0,373%) dengan warna kuning bening mengkilat bau khas sereh dan memiliki indeks bias sebesar 1,4755. Data kromatogram GC minyak sereh menunjukkan kandungan geraniol sebanyak 65,34%. Pengkayaan geraniol  menggunakan larutan NaOH dalam etanol mengakibatkan terjadinya  reaksi hidrolisis geranil asetat menjadi geraniol yang meningkatkan kandungan geraniol menjadi 81,96%.

3 komentar:

  1. Pada artikel diatas dikatakan untuk meningkatkan kandungan geraniolnya minyak sereh dihidrolisis dengan larutan NaOH dalam etanol selama 1 jam, bagaimana jika yang digunakan basa kuat lainnya? dan dapatkah hidrolisis terjadi jika digunakan basa lemah?

    BalasHapus
  2. menurut saya jika digunakan basa kuat lainnya bisa tetap dihidrolisis tapi disini diutamakan NaOH untuk menghidrolisis geranil asetat menjadi geraniol. jika digunakan basa lemah reaksi hidrolisis akan tetap terjadi namun kandungan geraniolnya akan menurun dan banyaknya jumlah geraniol tidak sebanyak ketika menggunakan basa kuat.

    BalasHapus
  3. menurut saya hidrolisis geraniol menggunakan basa kuat selain NaOH bisa dilakukan tetapi yang lebih sering digunakan dan lebih diutamakan adalah NaOH.
    hirolisis geraniol menggunakan basa lemah tetap akan terjadi tetapi tidak akan seefektif menggunakan basa kuat seperti NaOH..

    BalasHapus